Wednesday, August 15, 2012

Audit Siklus Pengeluaran


a. Pengujian Pengendalian pada Siklus Pengeluaran
Siklus pengeluaran terdiri dari 2 transaksi utama, yaitu transaksi pembelian dan transaksi pengeluaran kas. Dalam melakukan pengauditan atas kelas transaksi dan jumlah akun, perlu diperhatikan kategori asersinya yang terdiri dari: existence or occurance (keberadaan atau keterjadian), completeness (kelengkapan), right and obligations (hak dan kewajiban), valuation or allocation (penilaian atau alokasi) dan presentation and disclosure (penyajian dan pengungkapan). Dalam melakukan aktivitas kontrol pada transaksi pembelian, harus melakukan pertimbangan penaksiran atas risiko kontrol terhadap fungsi: permintaan barang dan jasa, penyiapan permintaan pembelian, penerimaan barang, penyimpanan barang sebagai persediaan, penyiapan voucher pembayaran dan pencatatan utang. Hal ini dilakukan untuk menentukan adanya salah saji potensial, aktivitas pengendalian yang diperlukan dan pengujian pengendalian yang dapat dilaksanakan. Sedangkan untuk aktivitas kontrol pada transaksi pengeluaran kas, pertimbangan penaksiran atas risiko kontrol yang harus dilakukan adalah terhadap fungsi : pembayaran utang dan pencatatan pengeluaran kas. Pada penyusunan program audit, baik untuk transaksi pembelian maupun transaksi pengeluaran kas, harus berdasarkan asersi yang dituju, yaitu: keberadaan atau keterjadian, kelengkapan, dan penilaian atau alokasi.

b. Pengujian Substantif pada Siklus Pengeluaran
Pengujian substantif pada siklus pengeluaran dilakukan pada saldo utang, saldo aktiva tetap, dan saldo aktiva tidak berwujud. Dalam melakukan pengujian substantif ini, dimulai dari prosedur audit awal, prosedur analitik, pengujian terhadap transaksi rinci, pengujian terhadap saldo akun rinci dan diakhiri dengan verifikasi penyajian dan pengungkapan.
Pengujian substansif atas saldo utang, saldo aktiva tetap, dan saldo aktiva tidak berwujud bertujuan untuk:
  1. memperoleh keyakinan tentang keandalan catatan akuntansi;
  2. membuktikan keberadaan dan keterjadian transaksi;
  3. membuktikan kelengkapan transaksi yang dicatat dalam catatan akuntansi dan kelengkapan saldo yang disajikan di neraca;
  4. membuktikan kewajiban klien atau kewajaran penilaian aktiva yang dicantumkan di neraca; dan
  5. membuktikan kewajaran penyajian dan pengungkapan saldo di neraca.

Sumber: shvoong.com

Saturday, August 4, 2012

Laporan Audit


LAPORAN AUDIT


Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menyusun laporan audit:
  1. Manfaat Pemeriksaan Akuntansi
  2. Jenis Pemeriksaan Akuntansi
  3. Jenis-jenis Opini Akuntan
  4. Unsur-unsur Laporan Audit


MANFAAT PEMERIKSAAN AKUNTANSI

Manfaat pemeriksaan akuntansi bagi pihak perusahaan yang diaudit:
  1. Menambah kredibilitas laporan keuangan badan usaha / organisasi.
  2. Dapat mengurangi kecurangan di kalangan manajemen dan para karyawan perusahaan.
  3. Dapat memberikan dasar yang lebih dipercaya untuk penyiapan surat pemberitahuan pajak dan laporan keuangan yang harus diserahkan kepada pemerintah , sehingga mengurangi audit pemerintah.
  4. Dapat membuka pintu masuknya sumber-sumber pembiayaan dari luar (investor).
  5. Seringkali dapat menyingkapkan kesalahan / penyimpangan moneter dalam catatan keuangan klien, sehingga dapat menemukan biaya atau pendapatan yang hilang.

Manfaat pemeriksaan akuntansi bagi pihak-pihak luar perusahaan yang diaudit:
  1. Dapat memberikan dasar yang lebih meyakinkan kepada parainvestor / kreditor untuk mengambil keputusan yang menyangkut pemberian kredit.
  2. Dapat memberikan dasar yang terpercaya kepada para investor dan calon investor untuk menilai prestasi investasi dan kepengurusan manajemen.
  3. Dapat memberikan dasar yang lebih meyakinkan kepada perusahaan asuransi untuk menyelesaikan klaim atas kerugian yang bias diasuransikan.
  4. Dapat memberikan dasar yang obyektif kepada serikat buruh dalam menyelesaikan sengketa mengenai upah dan tunjangan.
  5. Dapat memberikan dasar yang independen kepada pembeli maupun penjual untuk menentukan syarat-syarat pembelian, penjualan atau penggabungan perusahaan.
  6. Dapat memberikan dasar yang lebih meyakinkan kepada para pelanggan atau klien untuk menilai profitabilitas atau rentabilitas perusahaan , efisiensi operasionalnya dan keadaan keuangannya.

Manfaat pemeriksaan akuntansi bagi pihak pemerintah dan badan hukum:
  1. Dapat memberikan tambahan kepastian yang independen tentang kecermatan dan keterandalan kepada badan pemerintah.
  2. Dapat memberikan dasar yang independen kepada mereka yang bergerak di bidang hukum untuk mengurus harta / menyelesaikan masalah dalam kebangkrutan dan menentukan pelaksanaan perjanjian, persekutuan dengan cara semestinya.
  3. Dapat memegang peranan yang menentukan dalam mencapai tujuan undang-undang keamanan Nasional.



JENIS PEMERIKSAAN AKUNTANSI
Ditinjau dari luas pemeriksaannya, audit dibedakan menjadi:
  1. General Audit (Pemeriksaan Umum).
  2. Special Audit (Pemeriksaan Khusus).

Ditinjau dari jenis pemeriksaannya, audit dibedakan menjadi:
  1. Management Audit (Operational Audit).
  2. Compliance Audit (Pemeriksaan Ketaatan).
  3. Internal Audit (Pemeriksaan Intern).
  4. Computer Audit.


JENIS-JENIS OPINI AKUNTAN
  1. Pendapat Wajar Tanpa Pengecualian(Unqualified Opinion), akan diberikan oleh akuntan publik jika auditor telah melaksanakan pemeriksaan sesuai dengan standar auditing yang ditetapkan oleh IAI (Standar Profesional Akuntan Publik), dan telah mengumpulkan bahan-bahan pembuktian yang cukup untuk mendukung opininya, serta tidak menemukan adanya kesalahan material atau penyimpangan dari prinsip akuntansi yang berlaku umum (SAK).
  2. Pendapat Wajar Tanpa Pengecualian dengan Bahasa Penjelasan (Unqulified Opinion with Explanatory Language), akan diberikan oleh akuntan publik jika terdapat keadaan tertentu yang mengharuskan auditor menambahkan paragraf penjelasan dalam laporan audit, meskipun tidak mempengaruhi pendapat wajar tanpa pengecualian yang dinyatakan oleh auditor.
  3. Pendapat Wajar Dengan Pengecualian (Qualified Opinion), laporan keuangan menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan, hasil usaha, perubahan ekuitas, dan arus kas sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia, kecuali untnk dampak hal yang berkaitan dengan yang dikecualikan.
  4. Pendapat Tidak Wajar (Adverse Opinion), laporan keuangan menyajikan secara tidak wajar posisi keuangan, hasil usaha, perubahan ekuitas, dan arus kas sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.
  5. Pernyataan Tidak Memberikan Pendapat (Disclaimer Opinion), suatu pernyataan tidak memberikan pendapat menyatakan bahwa auditor tidak menyatakan pendapat atas laporan keuangan.


UNSUR-UNSUR LAPORAN AUDIT

1. Judul, “Laporan Audit Independen”.
2. Alamat , “Pihak yang memberi penugasan”.
3. Paragraf Pendahuluan, harus berisi:
o Pernyataan telah melakukan pemeriksaan
o Periode Laporan Keuangan yang diaudit
o Jenis Laporan Keuangan
o Tanggung jawab manajemen terhadap Laporan Keuangan
o Tanggung jawab auditor terhadap pernyataan pendapat atas Laporan Keuangan yang diaudit.
4. Paragraf Ruang Lingkup
o Pernyataan auditor , bahwa pelaksanaan pemeriksaan sesuai dengan standar auditing yang disahkan oleh IAI.
o Pernyataan auditor bahwa pemeriksaan dilakukan dengan perencanaan, pengujian, pengumpulan bukti-bukti dan pengungkapan dalam Laporan Keuangan.
5. Paragraf Pendapat
o Auditor menyatakan pendapatnya, terhadap Laporan Keuangan secara keseluruhan pada nilai yang material.
6. Identitas Kantor Akuntan Publik, “Nama, No Register, Tanda Tangan”.
7. Tanggal Laporan, “Tanggal yang dicantumkan adalah tanggal diselesaikannya pemeriksaan”.
Untuk pendapat selain pendapat wajar tanpa pengecualian, maka unsur laporan audit ditambah "paragraph penjelasan", sebagai penjelasan atas pengecualian pos dalam laporan keuangan atau ketidakwajaran dalam laporan keuangan.

Sumber: shvoong.com











Friday, August 3, 2012

Motivasi dan Tujuan Penelitian


1. Motivasi dan Tujuan Penelitian
Motivasi dari dilakukannya suatu penelitian yaitu karena adanya keinginan untuk memperoleh dan mengembangkan pengetahuan. Sedangkan tujuan utama penelitian ada dua, yaitu untuk memperoleh/mengembangkan pengetahuan, dan untuk memecahkan suatu masalah atau menjawab pertanyaan penelitian.

2. Karakteristik Penelitian
Karakteristik dari suatu penelitian ada tiga, yaitu tujuan penelitian, metode-metode penelitian yang digunakan, dan hubungan antara penelitian dengan ilmu.

3. Metode Ilmiah
Metode ilmiah adalah suatu proses atau cara-cara tertentu untuk mengkaji sumber-sumber untuk memperoleh pengetahuan yang benar. Pengetahuan atau ilmu yang diperoleh dari suatu metode ilmiah harus mempunyai karakteristik yaitu ilmu tersebut mempunyai pengetahuan yang rasional dan pengetahuan yang teruji. Ilmu diperoleh dari suatu penelitian, dan penelitian dilakukan untuk mengembangkan sebuah ilmu menjadi lebih baik dari yang sebelumnya.

4. Proses Penelitian
Proses penelitian dimulai dengan menemukan suatu masalah/pertanyaan penelitian, kemudian pemecahan masalah dilakukan dengan dua dimensi pengujian, yaitu dengan telaah teoritis dan pengujian fakta. Kemudian dari proses tersebut dapat ditarik kesimpulan yang berupa dukungan atau penolakan terhadap hipotesis yang dikembangkan dari telaah teoritis melalui pengujian fakta atau pengungkapan fakta yang digunakan sebagai dasar untuk penyusunan teori atau hipotesis.

5. Paradigma Penelitian
Paradigma penelitian ada dua jenis yaitu paradigma kuantitatif dan paradigma kualitiatif. Paradigma kuantitatif menekankan pada pengujian teori, sedangkan paradigma kualitatif menekankan pada pemahaman masalah berdasarkan realita.

6. Kriteria Penelitian Ilmiah
  • Menyatakan tujuan secara jelas
  • Menggunakan landasan teoritis dan metode pengujian data yang relevan
  • Mengembangkan hipotesis yang dapat diuji dari telah teoritis atau berdasarkan pengungkapan data
  • Mempunyai kemampuan untuk diuji ulang (replikasi)
  • Memilih data dengan presisi sehingga hasilnya dapat dipercaya
  • Menarik kesimpulan secara obyektif
  • Melaporkan hasilnya secara parsimony
  • Temuan penelitian dapat digeneralisasi
Sumber: shvoong.com

Thursday, August 2, 2012

Lingkup dan Klasifikasi Penelitian Bisnis


Lingkup dan Klasifikasi Penelitian Bisnis

1. Lingkup Penelitian Bisnis

Ada dua lingkup penelitian bisnis, yaitu lingkup penelitian manajemen dan lingkup penelitian akuntansi. Lingkup penelitian manajemen meliputi bisnis umum, pemasaran, keuangan, manajemen dan perilaku organisasional, sistem informasi manajemen, manajemen operasi, dan manajemen sumber daya manusia. Lingkup penelitian akuntansi meliputi akuntansi keuangan, pasar modal, akuntansi manajemen, auditing, sistem informasi akuntansi, dan perpajakan.

2. Klasifikasi Penelitian Bisnis

a. Berdasarkan Tujuan Penelitian
  1. Penelitian Dasar, yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan teori
  2. Penelitian Terapan, yaitu penelitian yang menekankan pada pemecahan masalah

b. Berdasarkan Karakteristik Masalah
  1. Penelitian Historis, merupakan penelitian terhadap masalah-masalah yang berkaitan dengan fenomena masa lalu
  2. Penelitian Deskriptif, merupakan penelitian terhadap masalah-masalah berupa fakta-fakta saat ini dari suatu populasi
  3. Studi Kasus dan Lapangan, merupakan penelitian dengan karakteristik masalah yang berkaitan dengan latar belakang dan kondisi saat ini dari subyek yang diteliti, serta interaksinya dengan lingkungan
  4. Penelitian Korelasional, merupakan penelitian dengan karakteristik masalah berupa hubungan korelasional antara dua variabel atau lebih
  5. Penelitian Kausal Komparatif, merupakan penelitian dengan karakteristik masalah berupa hubungan sebab-akibat antara dua variabel atau lebih
  6. Penelitian Eksperimen, merupakan penelitian yang serupa dengan penelitian kausal komparatif, tetapi ada perlakuan terhadap variabel independen

c. Berdasarkan Jenis Data
  1. Penelitian Opini, merupakan penelitian terhadap fakta berupa opini atau pendapat orang/responden
  2. Penelitian Empiris, merupakan penelitian terhadap fakta empiris yang diperoleh berdasarkan observasi atau pengalaman

3. Tipe-tipe Penelitian Kualitatif
  1. Berdasarkan metode pengumpulan dan analisis data, teknik penulisan laporan, atau berdasarkan desain penelitian: human ethology, ecological psychology, holistic etnography, cognitive antropology, etnography of communication, dan symbolic interactionism
  2. Berdasarkan pendekatan dan perspektif: pendekatan interpretif, pendekatan artistik, pendekatan sistematis, perspektif antropologis, perspektif sosiologis, perspekktif biologis, studi kasus, studi kognitif, dan penelitian historis
Sumber: shvoong.com