Saturday, June 16, 2012

Agar Harddisk Tidak Terlalu Gemuk


Bagi yang senang mengutak-atik komputer pasti mengerti, betapa berharganya setiap byte dari ruang harddisk yang dimilikinya. Sayangnya program-program komputer dewasa ini sangat rakus akan ruang kosong, apalagi jika Anda menggunakan internet. Tak heran jika dalam waktu singkat harddisk Anda akan menjadi gemuk akibat kebanyakan isi.
 
Minimnya ruang harddisk akan membuat kerja komputer Anda menjadi lamban. Jika harddisk komputer mulai penuh, Anda dapat mengikuti sejumlah tips berikut untuk mengosongkan sebagian isinya.
Langkah pertama, carilah berkas-berkas sementara atau yang tidak Anda pergunakan lagi. Sebagai langkah pengamanan, biasakan untuk selalu membuat salinannya sebagai backup, dan setelah yakin sudah tidak membutuhkannya lagi, Anda dapat menghapusnya.
 
Komputer berbasis Windows lazimnya menyimpan banyak berkas yang mungkin sudah tidak dipakai lagi. Anda dapat membuangnya, termasuk berkas-berkas "readme", yaitu berkas-berkas yang berisi petunjuk ketika sebuah program baru saja diinstal. Jika Anda tidak pernah membacanya, Anda dapat dengan aman membuangnya.

Setelah menjalankan program-program tertentu, di komputer Anda akan tersisa berkas-berkas berekstensi tertentu, seperti tmp, bak, syd, dan old. Anda juga dapat menghapus berkas-berkas tersebut untuk menambah ruang kosong harddisk. Anda tak perlu takut untuk menghapus berkas berekstensi tmp, karena Windows akan menolak perintah penghapusan jika berkas-berkas itu masih digunakan oleh sistem.

Menjelajahi internet juga membuat harddisk Anda penuh sesak dengan berkas-berkas temporer, yang maksudnya memudahkan Anda untuk membuka halaman web pada waktu yang akan datang. Tergantung aplikasi penjelajah (browser) yang Anda pergunakan, biasanya tersedia pilihan untuk menghapus berkas-berkas sementara tersebut.
 
Cara lain agar isi harddisk Anda tidak terlalu penuh sesak ialah dengan mengompresi berkas dan folder yang jarang dipakai, termasuk untuk berkas-berkas yang Anda download dari internet. Untuk ini, Anda bisa menggunakan berbagai aplikasi, antara lain WinZip atau IZArc. Jika sewaktu-waktu membutuhkannya, Anda dapat membuka kompresinya dan menggunakannya kembali.

Sumber: 
shvoong.com

Friday, June 15, 2012

Menjaga Kondisi Layar Sentuh

Siapa yang tak kenal teknologi layar sentuh? Teknologi yang mendadak meledak pada tahun 2007 ini tidak lagi menjadi sebuah teknologi yang mahal, teknologi layar sentuh sudah menyentuh ponsel  low end
Sayangnya, kehadiran teknologi ini tidak dibarengi pengetahuan konsumen untuk merawat layar sentuh. Ada beberapa faktor yang seharusnya diperhatikan dalam menjaga kondisi layar sentuh.

Berikut ini beberapa tips yang bisa digunakan untuk menjaga kondisi layar sentuh Anda:
  1. Hindari ponsel layar sentuh dari medan magnet, khususnya elektromagnet karena dapat mengganggu sistem layar sentuh Anda. Jauhkan ponsel Anda dari pusaran medan magnet seperti speaker, kipas angin, televisi, dan microwave. 
  2. Listrik statis adalah musuh dari layar sentuh. Kekuatan listrik statis dapat membuat lapisan yang ada di layar sentuh bocor. Walaupun sudah dilengkapi dengan kaca layar sentuh yang mengadopsi sistem antistatis, bukan berarti layar sentuh dapat bertahan selamanya. Oleh karena itu, coba gunakan wadah atau pelindung berbahan kulit.
  3. Usahakan tangan atau jari selalu bersih apabila ingin menyentuh layar sentuh ponsel. Kotoran di tangan seperti minyak dan keringat dapat menjadi medium konduktif atau pengantar listrik. Penumpukan kotoran dapat menghasilkan lapisan konduktif yang mengakibatkan layar sentuh tidak akurat.
  4. Jangan biarkan baterai ponsel Anda sampai benar-benar habis. Selalu isi baterai ponsel layar sentuh Anda sebelum berada di bawah 20 persen. Hal ini dikarenakan saat baterai lemah, listrik dari empat sudut layar akan ditransmisikan ke titik Anda menyentuh.
  5. Jangan biarkan ponsel layar sentuh Anda berada di suhu yang terlalu tinggi. Hal ini dikarenakan suhu pengoperasian layar sentuh adalah 0-30 derajat celcius dengan kelembaban sekitar 5 persen.
  6. Hindari layar sentuh Anda dari benturan dan goresan. Walaupun teknologi sekarang sudah mendukung ketahanan akan goresan, benturan dapat mengganggu mekanismenya. Oleh karena itu, jangan dibiasakan mengantongi layar sentu di kantong celana yang ketat agar bisa meminimalkan goresan dan benturan.
Sumber: shvoong.com

Agar LCD Ponsel Tetap Tampil Segar

Semua peranti yang dipakai setiap hari tentunya akan usang termakan waktu, termasuk LCD ponsel. Namun, dengan perawatan dan sentuhan yang tepat, usia LCD akan menjadi lebih lama dan Anda bisa menghemat biaya perbaikan ponsel.


Hal pertama yang dilakukan, sebaiknya Anda mempertimbangkan kembali untuk segala macam modifikasi LCD. Apabila Anda melakukan hal tersebut, LCD memang akan tampil "beda".
Akan tetapi, perlu diingat bahwa lebih menarik tidak berarti lebih baik. Justru Anda akan merasa kecewa saat tiba-tiba LCD tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Fatalnya lagi adalah saat Anda tidak mampu menunda keinginan memodifikasi saat masa garansi masih berlaku. Kerusakan akibat merubah peranti asli dari pabrik tentunya tidak akan ditanggung.

Hal lain yang penting dilakukan adalah tidak menaruh ponsel Anda di tempat dengan suhu terlalu dingin atau panas dan terkena sinar matahari langsung. Hal ini disebabkan di tempat-tempat tersebut, kinerja kristal cair (LCD) akan berkurang.

Seperti manusia yang memerlukan sentuhan lembut, LCD ponsel juga tentunya dapat berfungsi dengan baik apabila diperlakukan dengan penuh "kasih sayang". Usahakan tidak menekan LCD dengan keras karena akan membuat perangkat tersebut kehilangan fungsinya menampilkan gambar maupun teks. Kondisi LCD yang "tertekan" juga dapat mengganggu komponen-komponen penunjang di dalamnya yang mempengaruhi kualitas tampilan LCD.Selanjutnya, ukuran casing yang pas dan sesuai akan membantu Anda memperpanjang usia LCD. Bukan masalah apabila Anda membeli casing asli yang terjamin kualitasnya. 

Namun, kebanyakan casing asli tidak memenuhi selera Anda untuk sedikit "bergaya".
Casing non-asli menjadi pilihan banyak orang karena lebih "memanjakan" mata dengan berbagai macam pilihan. Sayangnya, karena ukuran yang terkadang tidak standar, jarak casing non-asli tersebut dengan LCD menjadi lebih dekat dan mengakibatkan adanya tekanan pada LCD. Meminimalkan guncangan juga perlu dilakukan terutama bagi ponsel-ponsel yang tidak dirancang tahan pada kondisi tersebut.
Pencegahan di atas hanya untuk "memperpanjang" usia LCD, bukan untuk membuatnya baru selamanya. Segera kunjungi layanan resmi ponsel Anda untuk mengganti LCD yang sesuai saat waktu pakainya sudah habis.

Sumber: 
shvoong.com

Islamic Enterprise Theory

Islamic Enterprise Theory atau dikenal juga dengan Shariah Enterprise Theory merupakan enterprise theory yang telah diinternalisasi dengan nilai-nilai Islam guna menghasilkan teori yang transcendental dan lebih humanis. Enterprise  theory, seperti telah dibahas oleh Meutia (2010), merupakan teori yang mengakui adanya pertanggungjawaban tidak hanya kepada pemilik perusahaan saja melainkan kepada kelompok stakeholders yang lebih luas. Enterprise theory, menurut Triyuwono (2003), mampu mewadahi kemajemukan masyarakat (stakeholders), hal yang tidak mampu dilakukan oleh proprietary theory dan entity theory. Hal ini karena konsep enterprise theory menunjukkan bahwa kekuasaan ekonomi tidak lagi berada di satu tangan (shareholders), melainkan berada pada banyak tangan, yaitu stakeholders (Triyuwono, 2003). Oleh karena itu, enterprise theory ini lebih tepat untuk bagi suatu sistem ekonomi yang mendasarkan diri  pada nilai-nilai syariah. Hal ini sebagaimana dinyatakan Triyuwono (2003, h. 83) bahwa “diversifikasi kekuasaan ekonomi ini dalam konsep syari’ah sangat direkomendasikan, mengingat syari’ah melarang beredarnya kekayaan hanya di kalangan tertentu saja.”. Namun demikian, menurut Slamet (2001), enterprise theory masih perlu diinternalisasi dengan nilai-nilai Islam agar dapat digunakan sebagai teori dasar bagi suatu ekonomi dan akuntansi Islam.

Shariah Enterprise Theory dapat dikatakan merupakan suatu social integration yang berawal dari adanya kepentingan emansipatoris untuk membebaskan knowledge yang selalu terperangkap dalam dunia materiil menjadi suatu knowledge yang juga mempertimbangkan aspek non materiil. Aspek non materiil yang dimaksud adalah aspek spiritual atau nilai-nilai Illahi.

Knowledge, dalam hal ini shariah enterprise theory, merupakan suatu hasil refleksi diri yang berusaha memahami bahwa selain tindakan rasional bertujuan, yang merupakan tindakan dasar dalam hubungan manusia dengan alam, serta tindakan komunikasi dalam hubungan dengan sesama sebagai objek; terdapat tindakan dasar lain terkait dengan hubungan manusia dengan Penciptanya. Hubungan ini disebut hubungan “abduh (obey, obedient, penghambaan). Maka yang berlaku dalam Shariah Enterprise Theory adalah Allah sebagai sumber utama, karena Dia adalah pemilik yang tunggal dan mutlak. Sumber daya yang dimiliki oleh para stakeholders pada dasarnya adalah amanah dari Allah yang di dalamnya melekat sebuah tanggung jawab untuk menggunakannya dengan cara dan tujuan yang telah ditetapkan oleh Sang Pemberi Amanah. 

Sehingga tujuan dari penggunaan sumber daya ini tidak lain adalah untuk mendapatkan mardhatillah 
(ridho/ijin  Allah). Tujuan ini dapat dicapai jika si hamba menggunakan sumber daya dengan cara yang dapat membuatnya menjadi rahmatan lil alamin (membawa rahmat bagi seluruh isi alam).
Nilai-nilai spiritual seperti yang diuraikan di atas, yaitu abduh, mardhatillah, dan rahmatan lil alamin, merupakan nilai-nilai yang telah melekat dalam Shariah Enterprise Theory.

Sumber: shvoong.com