Tuesday, July 17, 2012

Nyeri Sendi, Waspadai Osteoarthritis


Pernahkah Anda mengalami nyeri di lutut pada saat naik tangga? Atau, nyeri sendi saat bergerak tiba-tiba? Bila jawabannya ya, mungkin anda menderita osteoarthritis.

Banyak orang barangkali lebih mengenal osteoporosis, tetapi osteoarthritis patut diwaspadai juga. Gangguan ini adalah peradangan sendi kronis dan progresif disertai kerusakan tulang rawan sendi berupa disintregrasi (pecah) dan perlunakan progresif permukaan sendi dengan pertumbuhan tulang rawan sendi (osteofit) di tepi tulang.

Menurut penelitian di Amerika Serikat, penyakit osteoarthritis lebih banyak diderita wanita berusia 50 tahun ke atas, hal ini berhubungan dengan menopause. Pada periode ini, homon estrogen tidak berfungsi lagi untuk mempertahankan massa tulang.

Satu lagi faktor wanita rentan terhadap osteoarthritis karena tubuh wanita lebih lebar di bagian pinggul, sementara pria cenderung lurus. Nah, lemah biasa bertambah di pinggul dan perut ketika perempuan beranjak tua sehingga memberikan beban lebih besar pada lutut.

Akan tetapi bukan berarti pria tidak bisa menderita osteoarthritis, faktor usia, kegemukan, riwayat imobilisasi (suatu keadaan seseorang harus berbaring dalam waktu yang lama), riwayat trauma atau radang persendian, dan lainnya juga bisa menjadi penyebab.

Osteoarthritis terdiri dari 4 stadium. Stadium 1 dan 2 dapat dilakukan dengan pencegahan, pemberian obat-obatan, atau pembersihan sendi. Edukasi menjaga kesehatan persendian juga penting di samping olahraga ringan, modifikasi aktivitas keseharian, dan pengobatan menggunakan glucosamine dan chondroitin.

Sumber: 
shvoong.com

Monday, July 16, 2012

Keringat Kaki Sumber Jamur dan Bakteri


Kaki yang berkeringat memicu tumbuhnya jamur kulit dan bakteri penyebab bau kaki. Hal ini karena jamur dan bakteri tumbuh di atas normal dalam kondisi lembab dan hangat. Kaki yang berkeringat merupakan kondisi ideal bagi jamur dan bakteri karena kelembaban tinggi akibat tertutup sepatu.

Keki (keringat kaki) bisa terjadi pada siapa saja yang menggunakan sepatu tertutup dalam waktu lama (lebih dari 4 jam), terutama di iklim tropis.

Keringat adalah hal yang muncul alami. Tubuh memproduksi keringat untuk menetralkan suhu tubuh. Namun, keringat yang muncul di area lipatan kulit sangat mengganggu kenyamanan. Bahaya yang lain bisa muncul adalah bau tidak sedap. Ini bukan disebabkan oleh keringat, tetapi bakteri yang tumbuh di atas normal pada kondisi lembab.

Apakah semua orang bisa terkena masalah jamur dan bakteri akibat keringat kaki? Bisa. Pasalnya, jamur kulit dan bakteri penyebab bau tidak sedap adalah flora normal tubuh. Jika tumbuh di atas normal, baru menimbulkan masalah. Selain itu, jamur dan bakteri bisa terjadi karena faktor penularan.

Bagaimana cara menularnya jamur kulit dan bakteri? Melalui kontak langsung dengan penderita. Hal ini bisa terjadi melalui tukar-menukar sandal atau handuk dengan penderita infeksi jamur dan bakteri.

Antisipasi keki, sumber jamur, dan bakteri dapat dilakukan dengan memberikan bedak/salep anti jamur dan bakteri di sekitar kaki. Bubuhkan di kulit yang bersih dan kering sebelum memulai aktivitas. Niscaya kaki akan nyaman sehingga dapat membuat Anda percaya diri sepanjang hari.

Sumber: 
shvoong.com

Sunday, July 15, 2012

Karnaval Budaya di Jember, Sebuah Eksistensi


Siapa tak kenal Jember Fashion Carnival (JFC)? Karnaval busana di Jember, Jawa Timur ini seolah telah menjadi tradisi tahunan. Ratusan orang peserta berbusana unik berwarna-warni yang tematis, melakukan pawai di ruas jalan utama kota Jember sepanjang 3,6 kilometer.

Tak hanya sekedar pawai, para peserta karnaval juga menari dan mempertontonkan kostum-kostum yang mereka desain dengan bentuk dan model yang lain dari yang lain. Atau, "nyeleneh" menurut istilah masyarakat Jawa. Ya, dengan tata kostum, tata rias, koreografi, karakter, ilustrasi musik, dan aspek pendukung lainnya membuat JFC menyedot perhatian siapa saja.

Diadakan sejak 2001, JFC memang selalu menyuguhkan sesuatu yang berbeda. Contohnya tema archipelago atau Nusantara, yang mengangkat tema busana nasional dari daerah-daerah tertentu di Indonesia. Tema-tema lain seperti mancanegara, film, atau peristiwa global lainnya juga diangkat menjadi tema busana dalam JFC.

Karnaval yang diadakan pertama kali bersamaan dengan HUT Kota Jember ini mampu menyedot perhatian masyarakat dan media massa dari Jember, luar kota, luar provinsi, bahkan luar negeri. Pertama kali muncul, sebenarnya JFC dipelopori Dynand Fariz, perancang busana kelahiran Jember. JFC sendiri merupakan pengembangan dari acara pekan mode Dynand Fariz. Seluruh karyawan rumah mode Dynand Fariz berkeliling kampung dan alun-alun Jember. Event ini pun mendapat perhatian luas dan kemudian diadakanlah sebuah gebrakan dengan menggelar Jember Fashion Carnival.

Dydand Fariz yang juga berprofesi sebagai pengajar fesyen sebenarnya hanya memiliki keinginan sederhana, yaitu pelaku di bidang fesyen tidak hanya memahami fesyen secara teori, tetapi juga terjun langsung sebagai praktisi sehingga mengetahui kondisi di lapangan. Keinginan lainnya adalah mengangkat harkat masyarakat Jember.

Mulanya, masyarakat Jember identik dengan masyarakat yang mayoritas bermatapencaharian di bidang pertanian dan dikenal memegang teguh nilai-nilai religi. Namun, anggapan ini terpupus begitu digelarnya JFC. Kini, Jember juga dikenal tak hanya di seantero Indonesia, tetapi juga dunia dengan fesyen unik dalam JFC.

Ketenaran Jember Fashion Carnival pun membuat event ikonik Jember ini dipertunjukkan di obyek wisata Ancol dan Istora Senayan sebagai rangkaian acara untuk menyambut pergantian tahun 2011-2012. Sementara itu, tawaran JFC untuk melenggang di panggung dunia pun bermunculan dari negara China, Inggris, dan India.

Jember mungkin hanyalah kota kecil yang beberapa tahun lalu namanya nyaris kurang dikenal. Namun, JFC ini telah mengangkat pamor Jember. Kebanggaan masyarakat Jember pun timbul. Bagi masyarakat Indonesia pada umumnya, tentunya ini menimbulkan motivasi bahwa masih banyak potensi bangsa yang belum tergali.

Sumber: 
shvoong.com

Saturday, July 14, 2012

Tips dan Trik Mengawali Bisnis Katering


Makanan merupakan aktivitas yang tak bisa dipisahkan dari keseharian kita, termasuk saat resepsi pernikahan. Oleh karena itu, amatlah lumrah jika sang pemilik acara punya keinginan untuk memanjakan tamunya dengan hidangan menggugah selera. Untuk itu, selektif memilih vendor katering yang tepat adalah solusinya.

Tak dimungkiri memang bisnis makanan tak pernah surut. Ada saja pemain baru yang hadir mewarnai ranah yang satu ini, termasuk dalam bisnis katering. Jika Anda tertarik untuk menggelutinya, ada tips dan trik yang praktis dan jitu untuk mengawali usaha tersebut.

Langkah pertama, buatlah menu variatif dengan bahan-bahan pilihan. Tak perlu terlampau banyak, tetapi punya citarasa yang khas dan lezat.

Dengarkan pula masukan dari orang lain, termasuk dari calon klien Anda. Menambahkan sejumlah makanan khas Nusantara atau negara lain yang telah dimodifikasi sesuai pesanan pelanggan, dapat menjadi nilai tambah katering Anda.

Brosur, iklan di media, ikut pameran pernikahan, dan word of mouth marketing jadi senjata ampuh berpromosi. Di sinilah perlunya membangun jaringan kuat supaya nama katering Anda dikenal lebih luas. Jika perlu, mempromosikan lewat situs atau masuk ke social media jadi langkah satu langkah strategis.

Sementara itu, faktor harga juga berperan penting. Untuk itu, diperlukan merancang harga kompetitif tanpa perlu mengurangi kualitas dari makanan. Jika memungkinkan, Anda pun dapat menawarkan variasi paket harga untuk menambah pilihan konsumen.

Hal mutlak lain yang diperlukan adalah kebersihan. Mulai dari kebersihan bahan masakan, peralatan masak, hingga penyajiannya. Contohnya saat menyajikan masakan Sunda, Anda dapat memakai piring dari anyaman rotan kecil atau tanah liat beralas daun pisang.

Kurang lebih itulah beberapa cara strategis untuk mengembangkan usaha katering Anda. Harapannya, klien bertambah dan katering Anda dicari orang. Selamat berwirausaha!

Sumber: 
shvoong.com